Cinta
sejati muncul seiring berjalannya waktu yang mereka lewati bersama
dalam suka dan duka.Karna cinta sejati tak dapat diukur hanya dengan
sebuah ungkapan sayang.Cinta sejati tak akan disebut sebagai cinta
sejati kecuali kita sendiri yang mensejatikan cinta itu sendiri.
Cinta
tak dapat dikatakan sejati hanya dengan terjadinya sebuah pernikahan,
namun seberapa kuat pertahanan cinta mereka dalam ikatan pernikahan
dengan menjaga, saling berkasihsayang, pengertian, sampai akhir hayat
mereka.
Cinta
sejati tak dapat diungkapkan dengan kata-kata, namun bisa kita rasakan
kekuatan cinta itu sendiri yang mampu menjadi benteng kokoh dalam sebuah
jalinan asmara.
Cinta sejati mengerti apa-apa yang tak bisa dikatakan, mendengar apa yang tak bisa diucapkan.
Cinta sejati tak hanya akan tersenyum ketika berjumpa, namun ia akan terharu hingga tak terasa menitikkan air mata kebahagiaan.
Cinta
sejati rela berkorban untuk kebahagiaan pujaan hatinya, namun ia akan
tetap tersenyum untuknya meski hatinya hancur berkeping-keping.
Cinta sejati memiliki hati yang bijak tak hanya otak cerdas, ia tidak hanya mencintai pasangannya namun juga menghormatinya .
Cinta sejati tak hanya menghibur pasangannya dikala sedih namun juga menangis dalam do’a untuknya.
Cinta
sejati tak akan pernah pergi , karna ia senantiasa besemayam dihati.
Menjaga segenap perasaan cinta yang telah dipercayakan padanya.
Cinta
sejati sama halnya sepasang sepatu, meski berbeda kanan-kiri mereka
akan tetap berjalan satu tujuan (kebahagiaan). Jika hilang salah satu
dari mereka…maka tak adalah arti dari ia yang tinggal sebelah
saja(sendiri).
Cinta sejati tidak akan memandang kekurangan pasangannya sebagai kelemahan, keburukan tetapi sebagai sebuah keindahan.
Cinta
sejatimu ada di hatimu, ada dalam jiwamu, ada di setiap nafasmu dan
ada di dalam cinta itu sendiri, lantas kepada siapa kau akan
persembahkan cinta sejatimu?


Tiada ulasan:
Catat Ulasan